Selasa, 01 Juni 2010

Simpanan Ganja Tertua Ditemukan di China

Posted on original location on:
Jummat, 28 Nov 2008 21:54:57 GMT

Ilmuwan telah menemukan persediaan ganja yang tertua di dunia, di makam dekat dengan kota gurun di Turpan, Cina barat laut.

Menurut makalah penelitian yang diterbitkan di “Journal of Experimental Botany”, simpanan ganja yang berumur 2700 tahun telah “dibudidayakan untuk keperluan psikoaktif”.



Ganja yang dikeringkan ini dikubur bersama seorang kaukasia, dengan rambut tipis, bermata biru dan berumur 45 tahun, yang tampaknya adalah seorang shaman dari kebudayaan Gushi, menurut laporan dari pers Kanada.

Iklim yang kering dan tanah alkalin telah mengawetkan simpanan ini, walau telah kehilangan aromanya yang khas, masih terlihat hijau. Simpanan ini ditemukan dalam keranjang kulit pada mangkok kayu, memunculkan asumsi bahwa simpanan ganja ini akan digunakan oleh shaman untuk keperluan di kehidupan berikutnya.



“Adalah sebuah praktek umum dalam penguburan untuk menyediakan material yang dibutuhkan pada kehidupan berikutnya. Tidak ada ganja atau bijinya yang disediakan untuk pakaian atau makanan. Sebaliknya, ganja sebagai obat atau tujuan visioner yang disediakan,” ujar seorang neurolog Amerika dan kepala tim riset, Dr. Ethan B. Russo.



Sejumlah 18 ilmuwan yang kebanyakan berasal dari China, melakukan pengujian penanggalan karbon dan menerapkan analisa genetik kepada ganja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mariyuana yang ditemukan memiliki kadar THC yang relatif tinggi, THC adalah kandungan aktif dari ganja.

Tim peneliti juga mencoba untuk mengecambahkan 100 dari biji-bijian yang ditemukan pada simpanan tersebut, namun gagal. Karena tidak ada pipa yang ditemukan pada makam shaman, ilmuwan-ilmuwan tidak dapat menentukan apakah ganja tersebut telah dihisap atau dimakan.



Dua dari 500 makam Gushi di barat laut China telah menghasikan penemuan ganja sejauh ini, yang mengindikasikan bahwa zat ini telah digunakan oleh sedikit individu atau diberikan sebagai obat-obatan oleh seorang shaman, ujar Russo.

Wilayah Xinjiang di China, dimana makam ini ditemukan, telah dikenal sebagai sumber asli dari berbagai jenis tanaman ganja.

TE/HGH

Sumber artikel :
http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=76839

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar